Kajian Dzuhur Rutin: Oase Spiritual di Tengah Dinamika Terminal Petikemas New Makassar
Terminal Petikemas (TPK) New Makassar merupakan salah satu poros utama logistik maritim di Indonesia Timur yang beroperasi dengan ritme kerja yang amat tinggi. Mobilitas pergudangan, pergerakan armada peti kemas, hingga padatnya jadwal bongkar muat logistik secara bergiliran tentu menguras fisik para pekerja lapangan beserta seluruh jajaran staf operasional (SPTP).
Namun, sebuah pemandangan sejuk selalu hadir di Masjid Bandar Assalam. Saat waktu menengadah di siang hari tiba, deru bising alat berat seakan memudar ketika azan Dzuhur berkumandang dari pengeras suara masjid. Ratusan pekerja dengan sukarela mengedepankan hak Sang Pencipta, meminggirkan sejenak helm proyek dan seragam kerja mereka demi bersujud bersama di dalam masjid yang luas dan nyaman ini.
Tidak berhenti pada shalat berjamaah, pengurus (DKM) Masjid Bandar Assalam konsisten menghadirkan inisiatif luar biasa berupa penyelenggaraan Kajian Singkat Ba'da Dzuhur. Selama kurang lebih 15 hingga 20 menit sebelum waktu istirahat siang usai, para pekerja mendengarkan siraman rohani dari ustadz yang membawakan dakwah ringan nan aplikatif terkait bagaimana mengelola rasa syukur, menjaga asa rezeki yang halal, serta merawat integritas saat mengabdi di pelabuhan.
Bagi manajemen TPK New Makassar maupun jamaah umum, kegiatan selipan rohani ini lebih dari sekadar ritual agama; program ini merupakan instrumen "pengisian daya baterai kehidupan" di tengah penatnya pikiran menghadapi ritme kerja berskala besar. Bukti otentik bahwa sinergi produktivitas kerja yang maksimal sejatinya lahir dari ketangkasan akal dan bersihnya ruang spiritual dari setiap pekerja.